Meta

Meta Kembangkan Aplikasi Media Sosial Pesaing Twitter

thedevilseyes.com – Meta memiliki pengaruh kuat di segala bidangnya terkait dengan media sosial. Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Meta memiliki pengaruh kuat di bidang pertanian, ekonomi, pendidikan, dan masyarakat lainnya.

Saya mengetahui bahwa Instagram akan mengembangkan aplikasi berbasis teks sebagai rival Twitter. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi harusnya kami tunjukkan cara kerja agar kita bisa melewati merek itu.

Di era yang semakin terhubung secara digital, persaingan di industri media sosial tentunya akan semakin ketat. Meta memprioritaskan rencana utama untuk mengembangkan media sosial baru sebagai saingan Twitter dengan syarat untuk meningkatkan kemampuan perusahaan untuk berinovasi dan mendominasi dalam ranah ini.

Twitter sekarang sangat populer di seluruh dunia, tersedia di berbagai negara dan menjadi media saksikan penting untuk memperoleh informasi terkini.

Karena kita menyukai aktifitas perangkat lunak yang bergeser, kita punya resiko terhadap Twitter. Namun, kita mungkin dapat melihat bagaimana perusahaan ini mempresentasikan strategi untuk mengatasi tantangan dan menawarkan kepada para pengguna media sosial mereka baru yang telah dirancang olehnya.

Memiliki suatu foto bocor di internet membuat Lia Haberman sadar bahwa dirinya telah terlibat dalam kegiatan yang dilakukan secara tidak jujur. Dia tidak menyukai hal ini dan langsung melapor kepada instagramnya. Jika foto itu masih bocor, Instagram pun akan memblokir akun Lia Haberman dan memberikan hukuman berupa penghapusan total dari profile Facebook dan Twitter.

Sesungguhnya ini adalah sebuah waktu yang sangat bagus, karena sebuah screenshot dari aplikasi Meta yang sedang dirancang telah bermunculan di internet. Dari artikel The Verge, kira-kira bahwa seorang eksekutif Meta menunjukkan sebuah strategi untuk pesaing Twitter yang sedang terpuruk kepada karyawannya.

Instagram adalah aplikasi yang baru dan akan menggunakan pekerjaan ActivityPub, sehingga kompatibilitas postingan dari platform media social lain bisa terlihat.

Sebelumnya, aplikasi ini dikenal dengan nama kode “P92 atau Project 92”. Namun, banyak orang meyakini bahwa ke depan akan menjadi nama yang lebih terkenal lagi yakni “Threads” ketika dilihat secara global.

Karena kami suka produk teknologi digital, kami senang menjalin kerjasama dengan pihak yang berdasarkan ide dan pendekatan yang praktis dan benar. Anda akan melihatnya dalam pengawasan khusus dan koordinasi yang baik antara aplikasi Instagram dengan Twitter.

Gizmochina telah memberi informasi bahwa aplikasi ini memberikan kemudahan pengguna untuk memasukkan gambar, tulisan, dan video yang berdurasi selama lima menit dari postingan berbasis teks.

Karena kami ingin memberikan pengguna akses ke postingan teks lainnya, balasan, dan repost, aplikasi ini pasti identik dengan Twitter sampai hal desain antarmuka. Dengan demikian, seputar ini sudah sangat jelas bahwa aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi yang sama dengan Twitter jika tidak benar-benar berbeda dalam hal desain antarmuka.

Selain itu, The Verge mengatakan, Meta telah melakukan uji coba terhadap publik figur dan kreator yang ingin membangun perbautan seperti DJ Slime, dan sedang berdiskusi dengan nama-nama besar lainnya.

“Para kreator dan figur publik yang tertarik untuk membuat platform yang dijalankan sehat, yang mereka percaya akan terlaksana dan andalkan untuk diserahkan secara aman,” kata Cox.

Meta memahami bahwa pengguna yang besar dan pemahaman mendalam tentang perjudian akan memanfaatkan platform tersebut untuk menarik pengguna.

Tujuan aplikasi ini adalah untuk “keamanan, kemudahan penggunaan, keandalan.” Karena itu, para kreator diharapkan memiliki tempat yang stabil untuk membangun dan mengembangkan audiensinya.

Mencari jalan kemenangan menghadapi pesaing seperti Twitter? Langkah ini adalah cara yang baik! Kami akan membantu anda untuk mencegah anda terlibat dalam persaingan yang tidak berdaya bumi dan memiliki pengalaman yang teratur dan dalam bentuk yang lebih berbagai.

Tetapi, meskipun telah memiliki basis pengguna yang banyak, pasti akan terjadi beberapa tantangan dalam masuk ke pasar, karena Twitter telah menjadi platform yang populer dan loyal.

Meta mencari agen yang unik dan memiliki poin-poin menarik untuk memenuhi permintaan para pemula dalam bidang media sosial. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan keinginan Meta untuk memperluas jangkauan dan dominasi mereka dalam industri ini.

Meta Bakal Integrasikan Generative AI ke Messenger, WhatsApp dan Instagram

thedevilseyes.com – Meta Menggunakan AI Generative untuk mengintegrasikan Komputasi Publik Berdasarkan Hasil Penelitiannya

Meta akan mengintegrasikan generative AI ke berbagai produknya untuk memperkuat Surveysuite dalam bentuk metode manajemen yang efektif dan efisien. Meskipun sayangnya, hal tersebut telah dikenal sejak lama oleh orang-orang yang ingin tahu lebih banyak tentang bisnis online, namun selama ini tidak ada satupun penyelidik independen yang mendukungnya.

Meskipun masih sedang dalam tahap pengembangan, tools generative AI tersebut seperti yang diungkapkan oleh Meta telah bermanfaat bagi para pengguna Messenger. Salah satu contoh yang diungkapkan adalah AI untuk membuat stiker berdasarkan prompt teks. Jadi cukup dengan mengetikkan deskripsi stiker yang ingin digunakan, AI image generator Meta akan menciptakan stiker yang sesuai, yang kemudian bisa langsung diselipkan ke percakapan. Pada hasil penelitian The Verge, fitur AI-generated sticker ini nantinya akan hadir di Messenger.

Kenapa pula Mark menggunakan chatbot untuk Messenger dan WhatsApp? Karena ia memiliki beberapa kepribadian yang berbeda, yang memungkinkan chatbot ini bicara dengan pengguna secara anonim. Kewapasitas chatbot Character.ai sangat berbeda dibandingkan dengan premisnya, yakni kesalahan gaya bicara sosok-sosok terkenal.

Jadi Instagram memiliki tool AI yang memungkinkan pengguna untuk mengedit foto mereka sebelumnya dibagikan dengan Story. Oleh karena itu, seandainya seorang pengguna ingin mengedit beberapa foto dengan cara yang sama, mereka hanya perlu mengetikkan deskripsinya. Misalnya, mereka ingin menulis caption pada foto tersebut. Tool AI yang akan menangani semua halnya ini adalah Meta.

Memiliki tools generative AI dan AI seluler yang baik dapat memberikan manfaat besar bagi konsumen. Hal ini terjadi pada saat Meta mengembangkan sejumlah model AI untuk membantu timnya secara internal, seperti misalnya productivity assistant berbasis AI. Selain itu, Meta tidak lupa menyiapkan program khusus yang dapat diakses oleh karyawananya untuk bercakap-cakap dengan chatbot berbasis LLaMA (model lanjutan Meta sendiri) dan langsung memberikan umpan balik.

Meta sepenuhnya memiliki harapan untuk mengerjakan hackathon internal pada bulan Juli mendatang yang menggunakan semua upaya untuk meningkatkan generative AI. Hackathon tersebut pastinya akan menimbulkan banyak tools generative AI yang dapat Meta kesempatan untuk memperluas jauh hingga merupakan produk yang siap diterima.

Mulai sekarang, Mark menyampaikan komitmen perusahaannya untuk terus menerima kontribusinya terhadap runa teknologi AI yang semakin berkembang. Dalam hal ini, ia berharap Google akan mulai melakukan hal yang sama pada saatnya.

Kepada TechCrunch, Meta membenarkan bahwa beberapa tools generative AI terbaru akan didirikan untuk konsumennya tahun ini juga. Mungkin pada masa beberapa bulan ke depan. Meta selama ini mengalihkan fokusnya lebih banyak pada ranah AI ketimbang metaverse.mereka juga sudah berpikir untuk membuat chip AI sendiri agar mendapatkan hasil yang lebih cepat.

Meta Ciptakan AI Pwembuat Musik Bernama MusicGen

thedevilseyes.com – Meta punya investasi besar di bidang pengembangan artificial intelligence (AI), namun itu tidak mencegah mereka berbagi rahasia dapur dengan komunitas periset AI secara luas. Belum lama ini, Meta memperkenalkan sebuah AI music generator sekaligus merilisnya sebagai program open-source.

Dinamai MusicGen, model AI ini telah dilatih agar mampu mengubah deskripsi teks menjadi sepotong musik berdurasi sekitar 12 detik. Kalau premis tersebut kedengaran familier, alasannya kemungkinan besar karena Anda pernah tahu model AI serupa dari Google yang bernama MusicLM. Bedanya, di saat Google enggan merilisnya ke publik, Meta justru melepas MusicGen sebagai proyek open-source di GitHub.

Kalau ingin hasilnya lebih terkendali, pengguna juga bisa mengunggah potongan lagu untuk dijadikan referensi oleh MusicGen. Jadi selain menciptakan komposisi sesuai prompt teks yang pengguna berikan, MusicGen juga akan sebisa mungkin mengikuti melodi lagu yang dijadikan acuan. Kalau tertarik, Anda bisa langsung mencoba versi demo MusicGen di sini.

Menurut Meta, MusicGen telah dilatih menggunakan musik berdurasi 20.000 jam, termasuk 10.000 lagu berlisensi yang berkualitas tinggi, dan 390.000 lagu instrumental dari koleksi ShutterStock dan Pond5. Meta memang tidak menyertakan kode yang dipakainya untuk melatih MusicGen, akan tetapi mereka telah menyediakan sejumlah model yang telah menjalani pre-training yang dapat dijalankan oleh siapa pun dengan hardware yang mumpuni — utamanya kartu grafis dengan memori minimum sebesar 16 GB.

Lalu bagaimana performa MusicGen sendiri? Cukup oke rupanya. Untuk memberikan gambaran, Meta mengunggah beberapa sampel lagu yang dihasilkan MusicGen dengan yang dibuat menggunakan MusicLM maupun Riffusion. Setidaknya di telinga saya, komposisi yang MusicGen hasilkan terdengar lebih koheren ketimbang dua rivalnya tersebut. Namun meski lagu-lagunya terdengar melodis, kesan artifisialnya masih terasa cukup kental.

AI pembuat musik terus mendapat sorotan belakangan ini, namun tidak sedikit pula musisi yang melihatnya sebagai ancaman, khususnya terkait pelanggaran hak cipta. Mei lalu, Financial Times melaporkan bahwa Spotify sempat menghapus ribuan lagu dari platformnya yang dibuat menggunakan AI pembuat musik bernama Boomy.

Meta sendiri tampaknya tidak terlalu khawatir MusicGen bakal disalahgunakan, sebab mereka memastikan bahwa materi musik yang dipakai untuk melatih MusicGen semuanya telah mendapat persetujuan dari pihak pemegang lisensinya.